This is what a new mom have to deal with…

 

 

 

 

 

 

 

 

Mmmhhh… Saya ndak tau ya.. apakah semua ibu pernah mengalami ini? Mengalami peristiwa di mana ia digurui dan  disalahkan oleh orang lain yang merasa lebih benar dan lebih berpengalaman dalam hal kehamilan, menyusui, mendidik anak dll..

Peristiwa terjadi kemaren, ketika teman laki-laki saya bercerita bahwa istrinya baru saja melahirkan. Kemudian dia bertanya “bagaimana ASI-nya kalau ditinggal ke kantor?” lalu saya bilang kalau ASI diperas, masukkan freezeer. Untuk menjaga kualitas dan kuantitas ASI, saya minum dan makan berbagai macam,  seperti makan yang banyak protein, sayur, susu, suplemen dan jamu.

Mendengar kata “jamu”, tiba-tiba teman perempuan saya langsung menukas. “Kok minum jamu, sekarang kan belum butuh, nanti mencret, saya kan sudah bilang dulu.. bla bla bla…, kok nggak percaya??!!!” dengan nada yang membuat miris karena menganggap bahwa pendapatnya yang paling benar sedunia dan semua orang harus patuh.

Tentu saja saya sudah hapal dengan tabiat orang ini,  ada kalanya saya  bersikap manut dan mengiyakan biar pembicaraan tidak bertambah panjang. tapi ada kalanya saya capek dan berontak…

dengan gagah berani saya bilang..

“Ibu, alhamdulillah anak saya tidak mencret dan dari pengalaman saya, jamu sangat membantu ketika saya sedang Prajabatan dan produksi ASI menurun karena capek dan stress. Ibu, tiap ibu dan bayi itu punya pengalaman unik masing-masing dan tidak bisa disamakan!”

ibu tersebut masih dengan sengit mendebat berdasarkan pengalamannya mempunyai anak hampir 20 tahun yang lalu.

“Iya Ibu, tapi banyak faktor yang mempengaruhi bukan? Bagaimana dengan makanan yang dikonsumsi sang ibu, daya tahan bayi, cuaca, lingkungan tempat tinggal, dll ?

*pembicaraan selesai*

Oh Tuhan… tentu saja saya berterimakasih atas semua resep dan saran dari semua ibu-ibu yang sudah pernah hamil & menyusui bertahun-tahun yang lalu, yang kemudian banyak dari mereka berkecenderungan untuk membagi pengalaman mereka. Tentu itu baik sekali.. tapi yang saya risaukan bukan itu… Tolonglah jangan merasa bahwa pengalaman anda itu yang paling benar bu.. dan semua orang harus berpengalaman seperti ibu… Tolonglah nadanya jangan menggurui dan menganggap bahwa yang tidak sama dengan ibu itu tidak baik dan salah besar.

Hamil berapa bulan, kok nggak keliatan, kok masih kecil perutnya?Jangan makan pedes, nanti ASInya jadi pedes, jangan minum jamu nanti mencret, jangan ini jangan itu…. kenapa ini kenapa itu…

Kalau saya sedang berlapang hati saya hanya senyum dan mengiyakan saja  tapi kalau saya sedang capek ‘behave’ semua kalimat yang terlontar di atas akan saya debat…

Mungkin teman-teman saya yang seumuran juga pernah mengalami ini? Antara jengkel dan mafhum, antara menghormati pendapat orang dan geregetan, antara cemas dengan perkembangan bayi dan yakin bahwa semua akan baik-baik saja…

Gusti Allah nyuwun pangapuro…

Tentu saja kami berlindung pada Mu Gusti… dan semua ibu tentu ingin yang terbaik untuk anaknya, sebagaimana semua bayi adalah spesial dan anugerah dariMu… Tuntunlah kami jalan yang terbaik, yang Engkau Ridho dunia akherat… Janganlah kami menjadi yang merasa paling benar, yang paling baik, dan segalanya…

Amiin..

 

 

 

Ya Robbi Anzilni Munzalan Mubarokan..

Ya Robbi Anzilni Munzalan Mubarokan, Wa Anta Khoirul Munzilin…

Ya Robbi,tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati,dan Engkau adalah sebaik baik yang memberi tempat

Hari ini Kepala Seksi saya resmi diganti, beliau dipindah ke UPTD Museum Sonobudoyo. pemberitahuannya mendadak, bagai petir di siang bolong, tanggal 2 Januari kemaren tanpa ba bi bu surat keputusan mendarat dengan mulus. Kami saja -para stafnya- yang terkaget-kaget tidak percaya. Bagaimana tidak? rencana tahun 2012 sudah dipersiapkan, beliau baru saja bilang akan rapat koordinasi seksi. lalu tiba-tiba semuanya berubah total…

Mungkin begitulah hidup ya… tak ada yang abadi.

Ketika kami yang satu seksi sudah bisa saling kenal, dalam suka duka, panik bersama, kemudian keseimbangan itu harus tercerabut. Lalu adaptasi lagi, penyesuaian lagi, berjalan lagi.. life goes on…

Kemudian.. saya pun harus menyiapkan diri juga kan… bersedia ditempatkan di mana saja.

Semoga semua ini karena memang Allah yang menugaskan, yang menyuruh untuk ada di mana dan mengerjakan tugas apa. Apa yang saya punya di dunia ini sahamnya 100% milik  Gusti Allah. Maka Gusti Allah, Kulo nyuwun diparingi sedoyo ingkang sae donya akherat.. Lillahita’ala…

Amiiin ya Robbal ‘alamiin…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.