sunyikopi

kutitipkan sunyi di dinding kayu rumah panggung yang wangi

kuselipkan sepi di derit keriutan lantai yang tak tau diri

lalu ibu, saat kau membalik biji kopi siang tadi

barangkali kau temui

satu dua biji yang begitu dini

yang mengerjap-ngerjap kegelian ditimpa panas mentari

biji kopi itu ibu..

terlalu dini untuk disangrai, ditumbuk dan diseduh sore ini..

karena dia begitu sendiri, begitu sepi…

way lima, lampung

5 juli 2008

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.