untukmu

untukmu

Biar kuselesaikan satu putaran menziarahi matahari,

menaburi relik tulang belulang api dengan bunga lili,

dan mengusap jeram air mata dengan tenunan hari…

Biar kuselesaikan satu bab waktu sebentar lagi,

Lalu nanti,

Tunggu aku di hulu redam sungai,

tempat ikan-ikan mengecipak terumpan kekail..

Untuk mu…

semoga bisa kubawakan serta sepotong reroti

bersalut pelangi, bertabur embun pagi..

Padang Cermin, 17 Februari 2009

Advertisements

2 thoughts on “untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s