Keinginan itu menyiksa jendral!!

Keinginan itu menyiksa jendral!!

IMG_20141107_135021 a

Mungkin memang manusiawi ya, kalau yang namanya kebutuhan itu berkembang sesuai masanya. kemaren tidak belanja diapers, sekarang belanja diapers + aneka hal tentang bayi. Karena ada Bayi  mungil di keluarga kami. Tapi kalau keinginan tersebut berbentuk ‘kebutuhan’ untuk berganti tas, itu perlu sedikit dikritisi.

Betul, tas…

Tas yang bagaimana? Mmhh.. tas yang cocok buat kerja, wangun kalo ditenteng, bahan bisa dari kulit atau rajutan nylon, warna kalem, jangan yang bling-bling dan norak, pengkuh (kuat), tahan lama, dan muat banyak barang. lha emangnya sekarang tidak punya tas yang plang-plung semua bisa masuk dan luwes? ya ada sih… tas kain hadiah Body Shop? lha kenapa ribut pingin tas baru?

Atas nama dunia konsumsi, inilah gilanya pencitraan, saudara…

Saya tau ini sangat sepele. Ibu-ibu  dan mbak-mbak di luar sana bisa koleksi sekian tas untuk berbagai acara. Saya hanya tidak ingin terjebak di dunia absurd, sampai-sampai harus berebut tas merk tertentu di suatu pameran, itu lucu tapi serius kan?

Satu minggu ini saya sedang penasaran dengan tas rajutan nylon buatan Godean Sleman yang sudah menembus pasar Amerika dan Eropa. Dan memang bagus dan kuat sih… tapi masih harus membandingkan dengan produk lokal lainnya yang berbahan kulit, siapa tahu ada yang cocok. Lucunya, keinginan ini begitu menguasai. Ndak bayangin deh kalau nanti saatnya tiba untuk datang ke showroomnya, saya akan kalap dan keinginan merembet dari hanya sekedar 1 tas saja. Itulah mengapa keinginan ini harus direm.. bukan berarti tidak boleh beli tas ya… tapi harus bijak me-manage– keinginan ini. Mungkin di saat nanti sudah tak begitu pingin tas lagi, saya justru akan membelinya. Jadi euforianya sudah berkurang. mungkin begitu… hehehehe….

Tas -tas yang saya taksir memang bukan secanggih Hermes atau Prada. Dan saya juga tidak menggilai merk-merk impor tadi. Apalagi bersusahpayah mencari produk KW-nya. Prinsip saya, kalo tidak bisa beli yang asli mending tidak usah beli. Belilah tas unik, genuine dan orisinil. Tas yang nyaman saat panas maupun hujan. Tas yang santai dipakai, bukan yang membuat pemakainya cemas kalau-kalau tas nya lecet. Itu sudah berlebihan menurut saya…

Eniwei, kalau berdasarkan fungsi utama tas, tas kain yang sekarang saya pakai sudah memenuhi fungsi utamanya. Jelek-jelek begitu tas kain saya memang bisa basah kena hujan, tapi kalau kotor tinggal dicuci, dan dipakai lagi. Praktis, no hard feeling… hati tenang dan tidak berdebar-debar kalo ada yang lecet.

Tapi kalau kemudian dihubungkan dengan ‘pencitraan dan gaya hidup‘,  tentu tak pernah ada yang cukup kan?

Dan keinginan memang menyiksa bukan?

Sudahlah, suatu saat nanti, kalau tas idaman sudah di tangan, semoga saya tidak segila ibu-ibu yang menenteng tas bagai menenteng berlian. Biasa saja… Paling-paling kalau saya mau pulang ke rumah dan turun hujan, saya bungkus tas idaman tadi dengan plastik.. praktis…

No hard feeling..

Advertisements

5 thoughts on “Keinginan itu menyiksa jendral!!

  1. untuk ‘Keinginan itu Menyiksa Jendral’
    saya selalu suka dengan didikan di keluarga teman saya,
    saat Teman saya kecil, normaly anak kecil kalo mampir di toko, selalu ingin membeli mainan,
    diapun mengutarakan maksudnya ke sang Ibu.
    katanya ‘Ibu saya pengen mainan itu’.
    dengan santai sang Ibu menjawab, ‘Oh ga papa, pengen itu boleh nak’
    ya hahaha, ingin itu memang boleh.
    kadang dulu waktu kecil saat kita menginginkan sesuatu yang mahal
    kita takut bilang ke ortu karena nanti mereka malah akan marah.
    tapi pengen kan memang ga salah, asal tidak dipaksakan.
    dan harus dipertimbangkan dengan ‘butuh’
    hahaha… saya selalu suka cerita itu

    have a healthy shoping xixixi…

  2. Hahaha..
    bagus tuh tas.

    Selain menumpuk parfum, aku sibuk menimbun tas.
    Tentu saja manalah sanggup beli semacam Hermes..hahaha.
    Prinsipku sama denganmu, daripada beli KW-an mending yang
    bukan merk terkenal tapi asli.

    Guess atau Charles n Keith masih bisa kujangkau.

    Tapi sodara2, ada model tas bermerk terkenal yang aku suka banget
    modelnya. Jadi aku beli tiruannya. Kebetulan model itu tanpa logo
    mencolok (yang palsu itu ). Tapi itu cuma sebiji.

    nb : aku pasang blogmu di daftar blogroll-ku ya say..

  3. huahahaha… tengkyu blogrollnya mbak Meidy…

    tas? parfum? lupa nyebutin ‘sepatu’ mbak?

    eniwei.. ak sudah beli tas, bahan dari canvas, beli online, nemu nggak sengaja, buat sehari-hari.. brak-bruk-kotor ndak masalah…
    dan tentu saja ak juga mengumpulkan pundi-pundi untuk mempersiapkan untuk tas idaman… hahahaha (sama aja yak…)

    sekarang aku sedang mendaraskan mantra pada diriku sendiri :
    “Rani, belanja online tetap saja BELANJA, tetap ada expenditure!!!! walopun nampak lebih murah dan diantar ke rumah tanpa perlu keluar masuk toko, tapi tetap saja itu pada intinya adalah MEMBELI! hati-hati nak…!” (sambil tetap browsing sepatu, baju, pashmina, dll….)

    Tuhan… dunia konsumsi ini semakin menggila…

  4. Kukira ya kehidupan ‘mal ria’ ku bakalan tamat di kota ini.
    Ternyata makin menjadi-jadi melalui sarana yang lain :
    toko online. Oh Tuhan. Aku bahkan sudah hafal prosedur
    dan ‘kelakuan’ baik minus dan positif toko2 online.

    Bahkan meski tak menjangkau, aku suka sekali jalan2 ke
    situs2 merk dunia semacam Chanel, Gucci, Hermes dan sebangsanya.
    Hahaha. Ibarat di mal fisik, masuk dan sekadar cuci2 mata.

    Eh masukan untukmu soal blogmu ini, Cobalah kau dandani.
    Mbok ya dikasih widget arsip, label, blogroll dan sebagainya.
    Masak suwung gini sih…

    Dan tetaplah menulis berkala meski hanya remeh-temeh ya…

    nb: si kecil makin mirip siapa Ran? Kau kecil kah?

  5. huaahahahaha… toko online itu seperti jebakan betmen mbak meidy.. slippery soil!!! yakin deh…

    iya, aku juga jalan-jalan ke Hermes online, memang bagus, worthed dengan kualitasnya dan tentu saja pencitraannya… tapi akan menyakitkan bilamana kita sudah pede pake tas Hermes asli, kemudian ada yang nanya: “KW berapa?”

    *kunyahtas*

    iya, blog nya masih suwung… rasanya lapang kalo mbaca.. hehehe… nanti deh kapan-kapan..

    nb: iya, banyak yang bilang mirip pas aku kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s