Palsu

Palsu

image

Bila tidak ada kata-kata palsu yang muntah dari mulutku, mungkin kau sudah benar-benar jatuh cinta padaku.

Aku sangat yakin dengan itu.

Masalahnya, kata-kata palsu kadung keluar dan tak bisa kutelan lagi. Kulihat wajahmu terluka dan kecewa. Menarik senyum, menggugurkan kagum..

Ku tulis ini sambil menyesap rokok dengan religius. Seperti kata-katamu bukan? “Dengan religius.”

Seandainya kata-kata palsu itu tidak terpercik, mungkin kita sudah duduk manis berdua. Tertawa-tawa ditemani buku-buku, bergelas-gelas bir, sambil memandang reruntuhan kota dan membahas tentang awal mula peradaban, ilmu bumi, sastra dan geometri.

Tapi toh kata-kata palsu memang sengaja kulontarkan. Karena bayanganku tadi terlalu banal dan kurang ajar.

Harus ada kata-kata yang menyelesaikan harapanmu. Harus ada kalimat yang meruntuhkan rasamu.

Rasa kita berdua sebenarnya..

Karena aku tak sanggup menanggungnya.. Tak sanggup menjalaninya..

Bila tak ada kata-kata palsu dari mulutku mungkin kau sudah jatuh cinta padaku..
Sebagaimana aku jatuh cinta padamu..

Rani Fajri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s