Selamat berpulang Mas Wiwit Semir

Selamat berpulang Mas Wiwit Semir

image

Semua memang akhirnya berpulang padaNya..

Dan itu adalah keniscayaan
Dan tentu ada kesedihan dan haru yang tersekat di ujung tenggorokan.

Hari ini mas Wiwit berpulang setelah travel yang ditumpanginya kecelakaan di tol Cipularang. Travel yang sedianya mengantarnya bertemu dengan saudara-saudara Maiyah di Kenduri Cinta Jakarta.

Saya sungguh sangat tersentuh dengan jiwa-jiwa pencari seperti Mas Wiwit. Seperti teman-teman Maiyah yang rela menempuh berkilo-kilo hanya untuk duduk, berdiskusi dan bersholawat. Mengisi kekosongan jiwa, kekosongan peradaban, mempertanyakan kegundahan, menemukan titik tujuan ke depan.

Saya bukan pemikir seperti mbak dan mas pejalan Maiyah yang begitu sangat khusyuk sekaligus kritis mempertanyakan zaman, mempertanyakan Indonesia. Tapi sungguh saya selalu terharu melihat mata-mata yang begitu hidup dalam Maiyah. Seolah mereka menemukan wadah dan jalan untuk membangun hidup ke depan..
Bagaimana mereka merindukan Muhammad Rasulullah dalam sautan sholawat mereka..

Jiwa-jiwa yang rindu..

Pun begitu juga dengan Mas Wiwit.

Dulu saat Ngayogjazz 2010 di kediaman Joko Pekik, saya termasuk yang diusir dan dibentak mas Wiwit yang menjadi kru keamanan. Salah saya juga sih, nekat naik panggung hanya demi mendapat angle yang bagus. Batin saya saat itu: “ih, iki mas e gak ruh nek aku anake Pakde Nuri.” Hehehe.. Tapi kan saya tetep salah, jadi ya tak telan aja dibentak-bentak.

Jauh sebelumnya, mas Wiwit pernah diajak Bapak ke rumah. Lalu Bapak memberikan sepeda buat Mas Wiwit. Saya cerita ini bukan bermaksud untuk mengungkit jasa budi. Saya hanya mengenang hubungan kedua almarhum yang baik tersebut.

Dan yang tidak akan saya lupakan adalah, suatu hari saat Kyai Kanjeng pentas di Monumen Serangan Umum 1 Maret, mas Wiwit menyediakan kursi buat saya yang tengah hamil. Terima kasih ya mas..

Untuk banyak hal, melihat Mas Wiwit bermaiyah sampai pagi, memunguti sampah dan menggulung tikar, rasanya saya paham bahwasanya hidup ini sederhana..

Sederhana..

Selamat jalan Mas Wiwit.. Selamat berpulang ke keabadian.. Semoga khusnul khotimah..
Amiiiiin…

Advertisements

4 thoughts on “Selamat berpulang Mas Wiwit Semir

  1. sepeda dengan digantungi aneka stiker dagangan.. hitam, kucel, kadang bau.. tak pernah minta sebelum ditawari rokok… enggak malu bilang, “aku ki tikyan, Mas…” adalah sedikit yang saya ingat tentang Wiwit…

    selamat jalan Wit… semoga kamu lebih nyaman di sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s