Damn

Damn

image

Sekarang rindu yang terbentur kenyataan membuatmu menepi dari semuanya, bukan? Kau matikan pemberitahuan, bahkan kau matikan smartphone mu. Kamu diam, mengasingkan diri, memesan mie rebus dan mengumpat-umpat karena rasanya begitu parah… Bukan, bukan mie rebus di burjo langgananmu yang rasanya parah, tapi rindumu yg parah..

Kamu pulang, menutup pintu kamar, membuka laptop, menyalakan rokok dan menyesapnya, memasang earphone dan beberapa saat kemudian menyumpah-nyumpah lagi. Kau menyumpahi musik itu karena rasanya merobek-robek rindumu, dan kau semakin kosong, kosong dan kosong di segenap penjuru..

Dan kau putuskan untuk membeli banyak beer malam ini. Apapun, asal semua ini seimbang kembali. Mungkin, atau tidak barangkali…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s